Rusia Mulai Tarik Mundur Pasukan dari Perbatasan Ukraina?

Ilustrasi foto yang diunggah pemerintah Rusia untuk menunjukkan penarikan tank kembali ke markas. Foto: Eyepress/Reuters

Dalam tindakan yang belum diprediksi sebelumnya, Rusia menyebut bahwa sejumlah pasukannya telah ditarik dari perbatasan Ukraina pada Selasa (15/02) waktu setempat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, menyebut bahwa pasukan tersebut telah menyelesaikan “latihan pertempuran seperti yang telah direncanakan.” Konashenkov juga menambahkan bahwa pasukan-pasukan tersebut akan kembali ke basis mereka di berbagai distrik militer Rusia.

Meskipun demikian, hanya dua hari setelah pengumuman tersebut, NATO meragukan adanya penarikan pasukan Rusia dari perbatasan.

NATO Secretary-General Jens Stoltenberg menyebut bahwa pihaknya tidak melihat-tanda tanda penarikan pasukan Rusia seperti yang disampaikan negara-negara Eropa lainnya.

Bahkan, pejabat senior di AS menyebut bahwa Rusia telah meningkatkan pasukan mereka di perbatasan dengan menambah 7.000 personel militer.

Pejabat senior tersebut juga menambahkan akan adanya laporan bahwa Rusia mulai membuat klaim palsu untuk menjustifikasi invasi terhadap Ukraina, seperti ‘memunculkan’ makam yang diklaim sebagai makam warga sipil yang dibunuh pasukan Ukraina. Meskipun keabsahan laporan pejabat senior tersebut belum teruji karena diberikan oleh sumber anonim, bantahan terhadap penarikan pasukan Rusia tersebut mengilustrasikan tensi yang terus meninggi di Ukraina.

Lebih dari 100.000 pasukan Rusia telah berada di sepanjang perbatasan Ukraina meskipun negara tersebut membantah akan menginvasi Ukraina.

Pihak barat dan NATO terus berusaha menekan Rusia melalui ancaman sanksi untuk menghentikan ancaman invasi. AS sendiri menyebut bahwa invasi sudah di depan mata dan menarik staf kedutaannya dari Kyiv, ibu kota Ukraina.

Di tengah situasi panas tersebut, Parlemen Rusia mengajukan permintaan kepada Presiden Vladimir Putin untuk mengakui Luhansk dan Donetsk, dua republik separatis di wilayah Donbass yang memisahkan diri dari Ukraina pasca Euromaidan 2014.

Setiap pihak pun kini sedang mengupayakan jalan damai untuk meredakan situasi di perbatasan Ukraina. Kanselir Jerman Olaf Scholz, misalnya, yang bertemu dengan Putin untuk mengupayakan resolusi konflik melalui diplomasi.

Kontras dari sisi komunitas internasional, masyarakat Ukraina tidak merasa panik terhadap ancaman invasi yang dikhawatirkan berbagai pihak di luar Ukraina.

“Berdasarkan pantauan KBRI Kyiv hari ini (16/2), kondisi di Ukraina relatif masih kondusif,” ujar perwakilan dari KBRI Kyiv.

Dinamika penarikan pasukan sendiri merupakan hal yang sensitif karena berhubungan dengan kapabilitas operasional suatu negara. Meskipun demikian, apapun yang terjadi, seluruh pihak berharap akan terselesaikannya krisis Rusia-Ukraina melalui jalan diplomasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.