Serangan Rusia Sudah Dekat, Banyak Negara Imbau Warganya Untuk Segera Tinggalkan Ukraina

Ilustrasi evakuasi warga keluar dari Ukraina. Foto: Petr David Josek/AP

Pada Senin (14/2), lebih dari selusin negara telah menyampaikan imbauan resmi pada warga negaranya yang sedang berada di Ukraina untuk segera pulang ke negara asalnya. Imbauan ini disampaikan di tengah-tengah kondisi tidak stabil di perbatasan Rusia dan Ukraina disebabkan oleh ketakutan akan kemungkinan serangan Rusia.

Imbauan ini muncul menyusul pengumuman yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyatakan bahwa Rusia kemungkinan akan menyerang Ukraina pada tanggal 16 Februari. Kalkulasi tersebut meliputi adanya prediksi serangan awal melalui serangan udara yang dilanjutkan serangan siber pada tanggal yang sama. 

Dalam upaya memperkuat pertahanan Ukraina, Biden telah mengirim 3.000 pasukan untuk menambah pasukan pertahanan yang berada di Polandia menjadi sekitar 4.700 pasukan. Pasukan ini akan menjadi responden awal jika Rusia menyerang Ukraina.

AS telah membuat mandat untuk memanggil staf non-esensial di kedutaan AS di Ukraina. Mereka juga memutuskan untuk menyetop bantuan konsuler dan menutup kedutaan mulai dari hari minggu lalu. Kedutaan AS dan Kanada sepakat untuk memindahkan operasi ke daerah Lviv yang berada dekat di perbatasan Ukraina-Polandia.

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa juga mengeluarkan imbauan agar warganya pulang melalui penerbangan komersil. Inggris juga telah menarik pulang para pelatih militer di Ukraina, memastikan ketiadaan pasukan Inggris jika konflik akan pecah. Perdana Menteri Jerman Olaf Scholz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah menyerukan warganya untuk keluar dari Ukraina setelah keduanya gagal untuk meyakinkan Putin untuk melakukan deeskalasi. Rusia bersikeras bahwa seruan-seruan tersebut merupakan provokasi perang dari Barat.

Selain negara-negara di Uni Eropa, negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan telah menyampaikan imbauan untuk kepulangan seluruh warganya yang sedang berada di Ukraina. Negara-negara di Timur Tengah seperti di Kuwait, Uni Arab Emirat, dan Irak telah menyampaikan imbauan resmi kepulangan juga melalui kedubes masing-masing. Sementara itu, di Asia Tenggara, sejauh ini baru Singapura, Australia, dan Selandia Baru yang telah mengeluarkan imbauan resmi untuk memanggil kembali rakyat mereka ke negara asalnya. 

Indonesia Belum Memberikan Himbauan

Indonesia masih belum mengeluarkan imbauan apapun terkait keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) di Ukraina.

“Belum ada Imbauan tersebut, namun sudah ada rencana kontingensi yang akan diberlakukan dengan merujuk perkembangan di lapangan,” sebut Teuku Faizasyah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui pesan singkat pada hari Sabtu (12/2).

Rencana kontingensi sebelumnya telah disampaikan juga oleh Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI. Ia juga mengungkap bahwa ada 131 WNI yang berada di Ukraina, dengan sekitar 78 orang menetap di Kiev. WNI yang terdata ini telah dipastikan masuk ke dalam sarana komunikasi dan koordinasi yang terintegrasi agar informasi mengenai rencana kontingensi dapat diterima dengan efisien.

Walaupun begitu, detail mengenai rencana kontingensi yang dibicarakan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia masih belum dibeberkan dengan jelas. Judha Nugraha hanya menyatakan bahwa WNI yang berada di Ukraina harus melapor ke kedubes dan rencana ini akan meliputi tiga tahap kebahayaan yakni darurat 1, darurat 2, dan darurat 3. Mekanisme rencana kontingensi yang jelas masih belum diberikan lagi.

Dengan kedua sisi yang bersiap menghadapi konflik, Biden mengingatkan bahwa respons yang akan diberikan oleh AS akan bersifat cepat dan akan sangat merugikan Rusia.

“Walaupun Amerika Serikat mengutamakan pendekatan diplomasi… Kami juga siap untuk menghadapi skenario lainnya,” sebut Joe Biden.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky telah mengimbau pada rakyatnya untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam “puncak histeria” di tengah ketakutan atas serangan Rusia. Banyak negara yang telah menghubungi Zelensky untuk memastikan keamanannya jika Rusia memulai serangan.

Dengan ketegangan yang makin meningkat, diperkirakan akan lebih banyak lagi negara yang menyampaikan imbauan untuk kepulangan bagi warga negaranya. Selain kepentingan beberapa negara untuk mempertahankan Ukraina, tidak kalah penting bagi negara-negara untuk melindungi warganya. Semua pihak harus bersiap untuk kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.