UNGA 2021: Optimisme BTS, Pesimisme Geopolitik Dunia, dan Pemulihan Pasca-Pandemi

Ilustrasi BTS di Gedung PBB. Foto: Rolling Stones

Per 21 September 2021, sidang tahunan ke-76 Sidang Umum (SU) PBB atau UN General Assembly (UNGA) telah memasuki hari ke-8. Hingga tanggal 30 September nanti, pertemuan terbesar setahun sekali dari institusi global teranyar tersebut menjadi sarana semua negara untuk menyuarakan agendanya, dari masalah keamanan hingga pembangunan.

Uniknya, UNGA 2021 memiliki perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan sidang-sidang umum sebelumnya.

Sidang tahun ini menghadirkan grup musik K-Pop BTS yang berbicara untuk kegiatan SDG Moment dalam sesi sidang majelis umum. Kehadiran grup tersebut tak ayal menjadi magnet utama sidang umum UNGA tahun ini.

Meskipun demikian, UNGA 2021 juga dipenuhi oleh kekhawatiran mengenai konflik-konflik geopolitik dunia.

Sejumlah negara menyorot masalah nuklir Iran dan Korea Utara, pergolakan di Myanmar, serta masa depan Afganistan di bawah Taliban. Dinamika politik negara adidaya, terutama rivalitas AS-Tiongkok dan kerja sama AUKUS, juga menghiasi UNGA tahun ini.

Namun lebih dari itu, UNGA 2021 menjadi momentum persatuan global bagi upaya menumbuhkan semangat pemulihan pasca-pandemi COVID-19. Dengan sidang umum, diharapkan negara-negara dapat bergerak bersama-sama untuk melawan COVID-19 dan mempercepat pemulihan dunia.

Suarakan Optimisme, BTS Beri Harapan

Acara yang menarik dan berbeda UNGA 2021 adalah kehadiran grup musik K-Pop terkemuka, BTS. Grup yang berisi tujuh orang pemuda Korea Selatan tersebut menjadi utusan langsung Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk berbicara dalam SDG Moment, sesi sidang yang membahas pelaksanaan Sustainable Development Goals.

Dalam sesi tersebut, mereka menyampaikan pesan-pesan generasi muda yang kehilangan momen indah kehidupannya akibat COVID-19. “Kami membutuhkan waktu untuk meratapi hal-hal yang hilang akibat COVID-19, dan waktu untuk menemukan betapa berharganya saat-saat yang kami anggap remeh,” ujar Suga, salah satu personel BTS.

Namun, mereka menyebut bahwa generasi muda terus memiliki harapan besar ke depannya. Bagi ketujuh personel, di tengah pandemi generasi muda terus menunjukkan keberanian dan keahliannya untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada.

 “Saya percaya bahwa setiap pilihan adalah awal dari perubahan, bukan akhir. Saya harap di dunia baru ini, kita semua bisa saling berkata, ‘Selamat datang,’” ucap RM, personel BTS lainnya di akhir pidato.

Pidato BTS diakhiri dengan pemutaran video klip lagu mereka, “Permission to Dance” yang sebelumnya mereka rekam eksklusif di ruang sidang yang kini sedang digunakan.

Kehadiran grup K-Pop tersebut pun benar-benar menjadi magnet bagi UNGA 2021. Ketika BTS berpidato, lebih dari satu juta orang ikut menyaksikan live streaming UNGA. Tidak hanya itu, puluhan juta fansnya ikut meramaikan media sosial dan menjadikan UNGA sebagai trending topic di Twitter.

Persaingan Geopolitik Yang Mamanas

Meskipun BTS telah membawa aura optimisme ke dalam UNGA 2021, sidang tersebut juga menjadi ajang polemik geopolitik negara-negara di dunia, terutama mengingat tingkat rivalitas antarnegara dan konflik internal semakin meningkat akhir-akhir ini.

Seperti biasa, UNGA diproyeksikan akan menjadi sarana perdebatan nuklir Iran dan Korea Utara serta rivalitas AS dan Tiongkok. Selain kedua hak tersebut, Myanmar dan Afganistan juga tampaknya akan menjadi topik yang hangat dibicarakan pada UNGA tahun ini.

Kudeta militer di Myanmar menyebabkan krisis kemanusiaan dari jatuhnya ribuan korban jiwa dan kehancuran demokrasi di negara tersebut. Sementara itu, masa depan Afganistan di bawah Taliban juga menjadi kekhawatiran global, mengingat rekam jejak Taliban sebelumnya dan potensi instabilitas kawasan.

Isu geopolitik lainnya yang dapat muncul di UNGA 2021 adalah kerja sama keamanan AUKUS antara AS, Inggris, dan Australia. Isu AUKUS dapat dipanasi tidak hanya oleh Tiongkok, tetapi juga mungkin dari negara-negara dunia ketiga atau yang selama ini merupakan sekutu AS.

Pemulihan dari COVID-19, Tekankan Solidaritas Global

Namun, pada akhirnya, agenda utama UNGA 2021 tetap adalah pemulihan dunia dari pandemi COVID-19 dalam berbagai aspek.

Dalam sidang, WHO meminta pemimpin negara-negara di dunia untuk menjamin pemerataan vaksinasi COVID-19 global dan alat-alat kesehatan. Hal tersebut mengingat jumlah vaksinasi dan alat-alat kesehatan yang timpang antara negara maju dengan negara berkembang sehingga berpotensi besar menghambat pemulihan pandemi.

Selain itu, organisasi kesehatan dunia itu juga meminta setiap negara untuk bersiap menghadapi pandemi pada masa yang akan datang. Cara-cara persiapan tersebut di antaranya adalah dengan mencegah kepanikan, mengalokasikan anggaran yang memadai, dan menguatkan political will untuk menghadapi ancaman pandemi yang akan datang.

Tidak hanya itu, WHO juga meminta adanya pelayanan kesehatan universal secara penuh. Selain berguna untuk membantu penanganan COVID-19, pelayanan kesehatan universal turut mendukung keberhasilan pembangunan yang sesuai dengan Sustainable Development Goals 2030.

Dengan begitu, UNGA 2021 yang masih berlangsung kembali menjadi ajang pertunjukan akbar bagi semua negara di dunia. Meski dengan warna baru yang dibawa BTS, agenda geopolitik masing-masing masih tetap dominan, serta solidaritas global dalam pemulihan pasca-pandemi masih harus terus diusahakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.