Marcos Jr. Menangkan Pemilu Filipina, Gaungkan Filipina “Bangkit Kembali”

Ilustrasi Ferdinand Marcos Jr.. Foto: REUTERS/Eloisa Lopez/File Photo

Rabu (11/05), dengan jumlah perolehan suara yang telah dihitung mencapai angka 95%, pemilihan umum presiden Filipina 2022, pasangan Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. dinyatakan mendapatkan 30 juta suara dibandingkan oposisi terkuat Leni Robredo dengan 14 juta suara. Hasil ini menunjukkan akan kemenangan besar bagi pasangan Marcos-Duterte, tetapi belum merupakan hasil resmi.

Kemenangan Marcos Jr. dalam Pemilu Filipina kali ini akan mengembalikan dinasti keluarga Marcos ke Istana Malacanang setelah vakum sekitar 36 tahun. Ferdinand Marcos Jr. adalah anak dari  Ferdinand Marcos Sr. yang sebelumnya pernah menjadi presiden Filipina selama 21 tahun. Masa jabatan Marcos Sr. dikenal sangat identik dengan korupsi dan kejahatan atas HAM.

Strategi Marcos: Misinformasi Politik?

Dalam seluruh gerakan kampanyenya, Marcos Jr. menggunakan slogan “Rise Again”, yang mana ia memanggil kembali periode kepemimpinan ayahnya, Marcos Sr. sebagai suatu era “keemasan” bagi Filipina. Dengan kampanyenya, ia berharap dapat mereplikasi apa yang dilakukan ayahnya dalam “masa emas Filipina” tersebut.

Kenyataannya, proyek besar yang dibangun di masa tersebut seperti jalan, rumah sakit, dan jembatan dihantui oleh banyaknya utang asing, korupsi, dan biaya pembangunan yang berlebihan. Ratusan hingga ribuan orang dipenjara, disiksa, dan bahkan dibunuh pada masa tersebut oleh pemerintahan Filipina. Menurut Philippines’ Presidential Commission on Good Governance (PCGG), rakyat Filipina menderita kerugian sebesar sepuluh miliar dolar AS dan banyak kasus tuntutan yang masih aktif hingga sekarang.

Tuntutan dan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan tersebut selalu ditolak oleh keluarga Marcos. Ferdinand Marcos Jr. berkali-kali menekankan bahwa tuduhan tersebut tidak benar melalui debat presiden yang dilakukan di Filipina.

Jurnalis Maria Ressa—pemenang penghargaan Nobel Perdamaian 2021—menyatakan bahwa kemenangan Marcos Jr. menunjukkan seberapa misinformasi bisa mempengaruhi demokrasi. Ia menyatakan bahwa Marcos Jr. memanfaatkan para pemilih muda yang tidak pernah merasakan penderitaan untuk hidup di bawah presiden Marcos Sr. untuk memberikan impresi bahwa masa tersebut adalah “masa-masa emas” yang perlu mereka rebut kembali.

“Ia akan tidak hanya menentukan masa depan negara ini, tetapi juga masa lalunya,” sebut Ressa dalam menanggapi kemenangan Marcos Jr.

Apa Yang Dapat Diharapkan dari Marcos Jr.?

Kemenangan Marcos Jr. dikatakan adalah hasil dari kampanyenya yang sangat aktif. Akan tetapi, kampanyenya dikritik karena minimnya mekanisme kebijakan yang dibicarakan. 

Marcos Jr. juga akan dihadapkan pada kondisi ekonomi yang sangat sulit di Filipina. Diperkirakan sekitar 7 dari 10 keluarga tidak memiliki tabungan akibat inflasi dan angka pengangguran yang meningkat. Akan tetapi, belum jelas akan bagaimana Marcos Jr. akan menghadapi ancaman tersebut.

Selain itu, Marcos juga akan membuka akses negara Filipina kepada perwakilan International Criminal Court, tetapi hanya sebatas turis. Artinya, ia melarang investigator untuk melakukan investigasi akan dampak kebijakan war on drugs Duterte di Filipina. Melainkan, dia hanya menganggap mereka sebagai “turis” yang sekadar berkunjung ke Filipina Ia juga dikabarkan akan membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tiongkok, melanjutkan kebijakan yang didorong oleh Duterte.

Pada akhirnya, meskipun presiden terpilih Ferdinand “Bongbong” Marcos menjanjikan “kebangkitan kembali” Filipina, bentuk konkrit kebangkitan tersebut masih kabur. Ketimbang platform kebijakan yang jelas, kemenangan Marcos Jr. lebih didorong oleh misinformasi atas masa lalu, sehingga publik melihatnya secara positif. Meski disebut akan menyerupai pemerintahan Duterte, Marcos Jr. tetap adalah pemimpin dengan gayanya sendiri, yang kepemimpinannya baru akan terbukti ketika Ia resmi menjabat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.