Perayaan Hari Kemenangan Rusia: Invasi Tersendat, Putin Batal Klaim Kemenangan

Ilustrasi Putin ketika menyampaikan pidato Hari Kemenangan (9/5). Foto: AFP via Getty Images

Perayaan Victory Day atau Hari Kemenangan pada tanggal 9 Mei selalu menjadi perayaan yang penting di Rusia. Pada perayaan tahun ini, diadakan parade di Lapangan Merah, Moskwa, yang turut melibatkan sekitar 65.000 tentara, 2.400 alutsista, dan 400 pesawat tempur.

Perayaan Hari Kemenangan tahun ini cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, perayaan tahun ini bersamaan dengan peperangan yang terjadi di Ukraina. Dengan perang di Ukraina yang telah memasuki hari ke-75, Rusia belum juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Banyak pihak yang mengkhawatirkan bahwa momen ini akan dimanfaatkan oleh Putin untuk menunjukkan manuver barunya. Beberapa analis bahkan memprediksi bahwa Putin akan mengumumkan kemenangannya di Ukraina pada tanggal 9 Mei ini.

Mengapa Momen Ini Penting?

Perayaan Hari Kemenangan menjadi perayaan tahunan yang rutin diselenggarakan sejak tahun 1965 silam. Hari bersejarah ini juga ditetapkan sebagai hari libur nasional terbesar di Rusia.

Uni Soviet dan sekutunya resmi menyatakan kemenangannya pada Perang Dunia II setelah Nazi Jerman menyerahkan diri pada tanggal 8 Mei 1945, atau 9 Mei 1945 waktu Soviet.

Perang yang telah merenggut nyawa 27 juta warga Soviet ini menandakan bahwa kemenangan datang dengan biaya yang sangat besar sehingga kemenangan ini tentu memiliki tempat khusus di hati masyarakat Soviet.

Masyarakat Soviet juga memiliki sentimen khusus terhadap Nazi Jerman, yang pernah melakukan pembantaian terhadap 2.7 juta Yahudi di wilayahnya. Dengan luka masa lalu ini, semangat anti-Nazisme menjadi lekat dengan masyarakat Soviet. 

Dengan dalih Putin untuk melakukan denazifikasi di Ukraina, tampaknya ia berusaha untuk mengembalikan kembali narasi historis yang lekat dengan sejarah dan masyarakat Soviet (sekarang Rusia) ini.

Momentum perayaan Hari Kemenangan ini pun dimanfaatkan oleh Putin untuk menunjukkan sisi heroiknya di hadapan masyarakat Rusia.

Tidak Sesuai Prediksi

Sebelumnya, para analis menilai bahwa Putin akan menghadirkan babak baru dalam invasinya ke Ukraina dengan menyampaikan pengumuman besar pada tanggal 9 Mei ini. Namun ternyata kekhawatiran dan prediksi ini tidak sepenuhnya tepat. 

Pada pidatonya yang dimulai sekitar pukul 10.15 waktu setempat, Putin menyampaikan beberapa poin. Diantaranya adalah apresiasi dan penghargaannya terhadap pasukan Rusia, dengan mengatakan bahwa mereka telah “berjuang untuk tanah air dan masa depannya.”

Putin juga kembali berupaya menjustifikasi invasi negaranya ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa NATO adalah “ancaman yang jelas” bagi Rusia, dan invasi tersebut memang “diperlukan dan tepat waktu”. Ia juga mengklaim bahwa Barat tengah bersiap untuk “menginvasi tanah kita (Rusia)”.

Meskipun tidak menyampaikan pengumuman yang cukup signifikan, pidato Putin pada perayaan Hari Kemenangan ini tetap menampilkan justifikasi dan dalih atas perilaku Rusia di Ukraina serta keengganannya untuk segera mengakhiri peperangan. Putin pun tetap berupaya menunjukkan pada masyarakatnya bahwa apa yang dilakukan di Ukraina adalah suatu hal yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.