Taiwan Tuduh Tiongkok Pengaruhi Paraguay dengan Diplomasi Vaksin

Ilustrasi Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu. Foto: Reuters

Pada Rabu (07/04) waktu setempat, Taiwan menuduh Tiongkok melakukan “diplomasi vaksin” terhadap Paraguay.

Tuduhan tersebut diluncurkan setelah Tiongkok menawarkan vaksin COVID-19 buatan dalam negerinya kepada Paraguay dalam rangka melawan penyebaran virus tersebut.

Dikutip dari BBC, Menlu Taiwan Joseph Wu menyebut bahwa itikad Tiongkok menawarkan beberapa juta dosis vaksin kepada Paraguay merupakan strategi untuk menekan negara di Amerika Latin tersebut untuk mengakui kedaulatan Tiongkok atas Taiwan.

Masalah vaksin tersebut menjadi penting karena Paraguay merupakan satu dari sedikit negara yang masih mengakui Taiwan, yang memiliki nama resmi Republik Tiongkok, sebagai satu-satunya pemerintahan “Tiongkok” yang sah.

Jika suatu negara, termasuk Paraguay, ingin bersahabat dengan Tiongkok (Republik Rakyat Tiongkok), negara tersebut harus menganulir pengakuan dan hubungan diplomatik dengan Taiwan sehingga negara di Pulau Formosa itu akan semakin terkucilkan. Sementara itu, Tiongkok dapat membuat Paraguay patuh dengan One China Policy.

Paraguay sendiri merupakan negara dengan tingkat COVID-19 yang cukup mengkhawatirkan. Dari 7 juta populasinya, terdapat 224 ribu kasus dan 4 ribu kematian karena COVID-19. Penanganannya juga dianggap kurang memadai sehingga terjadi protes yang mengkritik penanganan pandemi di negara tersebut bulan lalu.

Untuk menangani pandemi yang semakin berlarut dan mencegah Tiongkok melancarkan diplomasi vaksinnya, Taiwan telah memohon kepada berbagai negara eksportir vaksin untuk memberikan vaksin kepada Paraguay.

Permintaan tersebut disanggupi secara masif oleh India, musuh bebuyutan Tiongkok, yang mengirimkan 100.000 dosis vaksin.

Diplomasi Vaksin

Pandemi COVID-19 sendiri memunculkan fenomena diplomasi baru yang disebut sebagai “diplomasi vaksin”.

Diplomasi vaksin secara umum dapat dimaknai sebagai bentuk diplomasi yang menggunakan distribusi atau pemberian vaksin hasil produksi dalam negeri secara internasional untuk memengaruhi persepsi atau kebijakan negara lain.

Bentuk diplomasi ini sangat efektif pada masa pandemi karena setiap negara menginginkan agar kondisi kehidupan nasionalnya segera pulih melalui kekebalan terhadap virus melalui vaksinasi.

Fenomena ini ramai diperbincangkan setelah Tiongkok—yang telah pulih dari pandemi COVID-19—dapat memproduksi vaksin secara massal dan mengekspor atau mendonasikannya ke berbagai negara di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan beberapa negara Eropa. 

Selain Tiongkok, negara-negara produsen vaksin lainnya juga melakukan diplomasi ini. Meski begitu, penggunaannya yang begitu frontal oleh Tiongkok merupakan praktik yang pertama kalinya.

Hal tersebut mengundang kekhawatiran sejumlah negara yang melihat distribusi vaksin tersebut dapat memengaruhi kebijakan berbagai negara tujuan vaksin Tiongkok agar lebih pro terhadap Negara Paman Xi di masa yang akan datang, termasuk Paraguay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *