Western Media in Shaping the Status Quo of Russia-Ukraine Conflict

Ilustrasi dari FPCI UMY

Awal tahun 2022 dibuka dengan invasi Rusia terhadap Ukraina. Keputusan yang menggegerkan dunia itu diambil Presiden Rusia, Vladimir Putin, setelah ia merasakan adanya ancaman dari pihak luar terhadap Rusia. Media barat berbondong-bondong menyoroti invasi tersebut. Kendati invasi yang dilakukan Rusia mengejutkan, invasi tersebut bukannya tidak dapat diprediksi melihat naiknya tensi politik antara dua negara pecahan Uni Soviet tersebut sejak akhir Januari 2022 kemarin. Naiknya tensi politik antara Rusia dan Ukraina dipicu oleh kuatnya keberpihakan Ukraina kepada negara barat yang terlihat dari keinginan Ukraina untuk bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Datangnya 100.000 tentara Rusia ke perbatasan kedua negara menjadi awal mula pecahnya konflik. Dengan bantuan NATO, Ukraina kemudian menempatkan pasukan siaga dan membangun pangkalan militer di wilayah Ukraina Timur yang berbatasan langsung dengan Rusia (NATO, 2022). Hingga detik ini, permasalahan Rusia dan Ukraina belum juga menemukan titik terang.

Permasalahan Rusia-Ukraina bermula pada akhir tahun 2013, tepatnya bulan November, ketika Presiden Ukraina saat itu, Viktor Yanukovych, menolak menandatangani European Association Agreement sebagai bentuk kerja sama dengan Uni Eropa dan malah memilih Rusia. Keputusan tersebut sontak menyulut emosi dari rakyat Ukraina yang kemudian melakukan aksi demonstrasi besar-besaran yang juga dikenal dengan Euromaidan. Euromaidan menuntut Ukraina untuk segera berintegrasi dengan Uni Eropa. Aksi tersebut juga sebagai bentuk penuntutan kepada Yanukovych untuk segera lengser dari jabatannya. Berbuah manis, Euromaidan berhasil menjatuhkan presiden Rusia ke-4 itu dan membentuk pemerintahan sementara. Walaupun begitu, sebagian rakyat di bagian Ukraina Timur yang pro-Rusia, melakukan aksi penolakan. Tidak ingin kehilangan kesempatan, Rusia lalu menganeksasi Krimea yang berbatasan langsung dengan Rusia dengan tujuan mempertahankan sphere of influence, yaitu tidak ingin kehilangan eksklusivitas atas Ukraina, tepatnya pada akhir Februari hingga Maret 2014 (Kirby & Guyer, 2022). Aksi perebutan wilayah tersebut ditolak keras oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tercermin pada resolusi PBB 68/262 (United Nations, 2014). Tidak hanya melakukan aneksasi, Rusia juga mendukung kelompok separatis yang berada di wilayah timur Ukraina. Sejak saat itu, krisis antar kedua negara terus berlanjut hingga saat ini, puncaknya adalah saat Rusia memutuskan untuk menginvasi Ukraina.

Sebagai respons atas invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina, Uni Eropa, Britania Raya beserta Amerika Serikat ikut menjatuhkan sanksi ekonomi, sanksi individual, pembatasan langkah diplomatik, maupun pembatasan dalam media kepada Rusia (CNN, 2022). Sanksi-sanksi ini dikeluarkan sebagai bentuk dukungan untuk Ukraina. Sebaliknya, Tiongkok mengimbau negara lain untuk tidak ikut campur dalam keputusan negara lain yang dalam hal ini adalah keputusan Rusia dalam menginvasi Ukraina (Buckley, 2022). Media barat juga mengabarkan bahwa Rusia meminta bantuan ekonomi dari Tiongkok untuk sokongan militer (Sciutto, Fossum, Collins, & Atwood, 2022). Sebagai balasan atas sanksi yang diberikan oleh Biden, Putin melarang beberapa pejabat Amerika Serikat termasuk Biden untuk menginjakkan kaki di negara kaya minyak itu. Melihat G20 Summit yang akan diselenggarakan di Bali pada November 2022 mendatang, Biden juga meminta Indonesia, pemegang Presidensi G20, untuk menolak kehadiran serta keanggotaan Rusia (Kompas TV, 2022).

Konflik yang tak berujung antara Rusia dan Ukraina ini tentu saja tidak lepas dari peran media (Boyd-Barrett, 2016). Media sebagai pemberi informasi kepada publik menjadi kunci bagaimana situasi tersebut ditanggapi oleh masyarakat dunia. Media yang dalam hal ini dibayang-bayangi kepentingan negara barat terlihat berpihak pada keputusan-keputusan yang dibuat oleh Biden atau Uni Eropa. Tak hanya itu, status quo yang semula hanya sebatas tensi politik berubah menjadi invasi militer akibat dari pemberitaan media barat. Standar ganda yang dilakukan oleh media kepada Rusia mengubah citra negara terbesar di dunia itu menjadi negara bengis dan kejam dalam konflik Rusia-Ukraina ini (Al Jazeera, 2022). Berkali-kali dikabarkan bahwa Rusia melakukan pembantaian warga sipil Ukraina oleh media barat. Berita yang memancing empati dunia tersebut tentunya seolah melempar minyak ke dalam api yang membara. Berbondong-bondong organisasi internasional melakukan kampanye untuk mendukung Ukraina serta menolak segala bentuk kerja sama dengan Rusia. Belum lama ini, media barat mengabarkan pemblokiran oleh Greenpeace terhadap tanker milik PT Pertamina dari Indonesia yang diduga mengangkut minyak dari Rusia. Akan tetapi, dikutip dari CNN Indonesia, terdengar kabar bahwa tanker tersebut sebenarnya tidak membawa minyak milik Rusia dan saat itu sedang disewakan ke pihak ketiga (CNN Indonesia, 2022). Informasi tersebut mungkin terdengar sepele, namun bisa saja memperburuk atau memperparah sebuah konflik. Cukup miris, internet dan media yang tujuan awalnya ditemukan untuk membantu dunia dalam pengaksesan informasi serta sebagai platform berekspresi, sekarang bisa menjadi tempat mencapai kepentingan segelintir orang maupun mengubah status quo sebuah permasalahan antarnegara.

Referensi:

Al Jazeera. (2022, February 27). ‘Double standards’: Western coverage of Ukraine war criticised. Retrieved April 5, 2022, from Al Jazeera: https://www.aljazeera.com/news/2022/2/27/western-media-coverage-ukraine-russia-invasion-criticism

Al-Jazeera. (2022, January 26). US and Nato deliver responses to Russian demands over Ukraine. Retrieved April 5, 2022, from Al-Jazeera: https://www.aljazeera.com/news/2022/1/26/us-nato-deliver-responses-to-russian-demands-over-ukraine

BBC News. (2022, February 24). Ukraine conflict: Russian forces attack from three sides. Retrieved April 5, 2022, from BBC News: https://www.bbc.com/news/world-europe-60503037

Boyd-Barrett, O. (2016). Western Mainstream Media and the Ukraine Crisis: A study in Conflict Propaganda. London: Routledge.

Buckley, C. (2022, April 4). Bristling Against the West, China Rallies Domestic Sympathy for Russia. Retrieved April 5, 2022, from The New York Times: https://www.nytimes.com/2022/04/04/world/asia/china-russia-ukraine.html

CNN. (2022, February 28). The list of global sanctions on Russia for the war in Ukraine. Retrieved April 5, 2022, from CNN: https://edition.cnn.com/2022/02/25/business/list-global-sanctions-russia-ukraine-war-intl-hnk/index.html

CNN Indonesia. (2022, April 4). Dicegat Greenpeace, Kapal Pertamina Tak Bawa dari Rusia. Retrieved April 5, 2022, from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220404200229-85-780195/dicegat-greenpeace-kapal-pertamina-tak-bawa-minyak-dari-rusia

Kirby, J., & Guyer, J. (2022, March 6). Russia’s war in Ukraine, explained. Retrieved from Vox: https://www.vox.com/2022/2/23/22948534/russia-ukraine-war-putin-explosions-invasion-explained

Kompas TV. (2022, March 25). Biden: Rusia Harus Dikeluarkan dari G20, Bila Indonesia Tidak Setuju, Ukraina Perlu Diundang. Retrieved April 5, 2022, from Kompas TV: https://www.kompas.tv/article/273668/biden-rusia-harus-dikeluarkan-dari-g20-bila-indonesia-tidak-setuju-ukraina-perlu-diundang

NATO. (2022, January 24). NATO Allies send more ships, jets to enhance deterrence and defence in eastern Europe. Retrieved from NATO: https://www.nato.int/cps/en/natohq/news_191040.htm

Sciutto, J., Fossum, S., Collins, K., & Atwood, K. (2022, March 14). Russia has requested military and economic assistance from China, US official say. Retrieved April 5, 2022, from CNN: https://edition.cnn.com/2022/03/13/politics/jake-sullivan-meeting-chinese-counterpart-ukraine/index.html

United Nations. (2014, April 1). Resolution adopted by the General Assembly on 27 March 2014. Retrieved April 5, 2022, from United Nations: https://www.un.org/en/ga/search/view_doc.asp?symbol=A/RES/68/262

Sheila Nur Salsabila Passau adalah mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan staf Research and Analysis FPCI Chapter UMY. Dapat ditemukan di Instagram dengan nama pengguna @sheilapassau

Leave a Reply

Your email address will not be published.