Mengendus Campur Tangan Rusia di Pemilu Britania Raya

Ilustrasi Rusia-Britania Raya. Foto: FPCI UPH.

Tuduhan keterlibatan Kremlin dalam pemilihan umum di Britania Raya telah memicu perdebatan antara Rusia dan Inggris, serta di dalam politik domestik Inggris. Ditulis oleh Komite Intelijen dan Keamanan Parlemen Inggris (ISC), sebuah laporan berjuduk Russia Report merinci pelanggaran yang dilakukan oleh Rusia, yang di antaranya meliputi pemalsuan narasi, intervensi dalam referendum Uni Eropa, dan mempengaruhi kampanye kemerdekaan Skotlandia 2014. Laporan tersebut juga menyebutkan bagaimana oligarki Rusia telah menyusup ke Inggris untuk menyebarkan pengaruh.

Pada intinya, laporan itu adalah kritik dari ISC terhadap partai yang kini berkuasa karena tidak siap dan tidak menyadari campur tangan asing. Beberapa bahkan mengatakan bahwa Rusia kemungkinan besar mempermainkan situasi Pemilu 2019 yang membuat Perdana Menteri Boris Johnson memenangkannya. Pemimpin oposisi Sir Keir Starmer juga menuduh Boris mengulur-ulur waktu dari setidaknya 10 bulan yang lalu untuk menginvestigasi kemungkinan intervensi asing dalam pemilu ini.

Boris lantas menolak dugaan intervensi asing tersebut dengan mengatakan bahwa “tidak ada negara di dunia Barat (selain Britania Raya) yang lebih waspada dalam melindungi kepentingan negara ini atau komunitas internasional dari campur tangan Rusia.” Meskipun tampaknya tidak masuk akal, banyak oligarki Rusia memiliki hubungan dengan Partai Konservatif.

Dugaan intervensi asing ini jelas telah membuat debat Westminster kian memanas. Spionase digital dan kewajiban pendaftaran agen yang bekerja atas nama pemerintah asing adalah beberapa respons yang sedang dipertimbangkan Wesminster dalam menghadapi ancaman intervensi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.